Indonesia Tidak Membenarkan Klaim Normalisasi Hubungan dengan Israel untuk Keanggotaan OECD

- 12 April 2024, 19:26 WIB
Kolase tangkapan layar cuitan disinyalir propaganda pendukung zionis dan bendera Israel Penjajah.
Kolase tangkapan layar cuitan disinyalir propaganda pendukung zionis dan bendera Israel Penjajah. /X/@aziz0nomics dan Reuters/Corinna Kern/

RESPONSULTENG - Kementerian Luar Negeri Indonesia menolak laporan media yang menyatakan bahwa negara tersebut akan menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel dengan imbalan keanggotaan di Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

“Saya tegaskan hingga saat ini belum ada rencana menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, apalagi mengingat tindakan Israel di Gaza,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangannya kepada Kantor Berita Antara, Kamis (11/4) malam. .

Iqbal menegaskan kembali dukungan Indonesia yang tak tergoyahkan terhadap kemerdekaan Palestina dalam kerangka solusi dua negara, seraya menekankan bahwa Indonesia tetap konsisten dalam membela hak-hak rakyat Palestina.

Baca Juga: Semangka Palestina: Bagaimana Logo Ini Mempengaruhi Kesadaran Dunia akan Konflik Israel-Palestina?

Indonesia sedang berupaya untuk bergabung dengan OECD, sebuah organisasi antar pemerintah yang saat ini beranggotakan 38 orang yang sebagian besar adalah negara maju. Menerima negara-negara baru ke dalam organisasi ini memerlukan persetujuan bulat dari para anggota, termasuk Israel.

Indonesia bertujuan untuk menjadi negara dengan perekonomian maju pada tahun 2045 dan memulai proses aksesi OECD pada bulan Februari – negara pertama di Asia Tenggara yang mencapai hal tersebut.

Iqbal mencatat biasanya diperlukan waktu tiga hingga lima tahun bagi suatu negara untuk menjadi anggota. “Waktu keanggotaan penuh Indonesia di OECD masih belum ditentukan,” ujarnya.

Peta jalan keanggotaan OECD Indonesia dijadwalkan untuk diadopsi oleh Jakarta pada bulan Mei.

Indonesia dilaporkan menoleransi kontak diam-diam tingkat rendah dengan Israel, terutama dalam bidang perdagangan, namun sebagian besar menghindari hubungan terbuka langsung dengan negara tersebut.

Bulan lalu, kantor Presiden Joko Widodo membantah laporan media bahwa Jakarta dan Tel Aviv bermaksud menormalisasi hubungan pada Oktober 2023, sebelum serangan Hamas di Israel pada 7 Oktober dan perang melawan Hamas di Gaza menyebabkan rencana tersebut dibatalkan.

HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN ISRAEL SYARAT KEANGGOTAAN OECD?

Beberapa outlet berita terkemuka Israel memberitakan bahwa Indonesia telah setuju untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai syarat untuk bergabung dengan OECD.

Landasan bagi perjanjian ini diletakkan selama tiga bulan perundingan rahasia yang melibatkan Jakarta, Tel Aviv dan Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann, mereka melaporkan.

Laporan tersebut menambahkan bahwa Indonesia telah menyetujui klausul yang menyatakan bahwa Indonesia harus menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum keanggotaannya disetujui oleh organisasi tersebut.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Dewan telah secara resmi menyetujui persyaratan awal yang jelas dan eksplisit yang mengharuskan Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan semua negara anggota OECD sebelum mengambil keputusan untuk mengakuinya sebagai anggota OECD,” tulis Cormann dalam suratnya. dikeluarkan dua minggu lalu kepada Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz, menurut outlet berita Yedioth Ahronoth.Surat tersebut dilaporkan disetujui oleh Indonesia.

Dalam jawabannya kepada Cormann pada hari Rabu, Katz menyambut baik terobosan tersebut. “Saya memiliki harapan yang sama dengan Anda bahwa proses ini akan membawa perubahan bagi Indonesia, karena saya mengantisipasi perubahan positif dalam kebijakannya terhadap Israel, terutama meninggalkan kebijakan permusuhan terhadap Israel, dan membuka jalan menuju hubungan diplomatik penuh antara semua pihak.”

Menurut seorang pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya, normalisasi hubungan antara Indonesia dan Israel akan menjadi hal yang signifikan di tengah sentimen anti-Israel yang sedang berlangsung akibat operasi militernya di Jalur Gaza.

Tahun lalu, badan sepak bola dunia FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 menyusul protes dari kelompok Islam serta penentangan dari dua gubernur terhadap partisipasi Israel.

Normalisasi hubungan akan mengakhiri penolakan Israel terhadap keanggotaan Indonesia di OECD.

Israel menolak aksesi Indonesia karena beberapa alasan, antara lain tidak adanya hubungan formal antara kedua negara, kritik terang-terangan Indonesia terhadap tindakan Israel di Gaza, dan dukungan Indonesia terhadap gugatan Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional di Den Haag.

Keanggotaan OECD diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia, dengan proyeksi bahwa hal ini dapat meningkatkan investasi dari negara-negara OECD hingga 0,37 persen dan meningkatkan produk domestik bruto hingga 0,94 persen.

Editor: Syalzhabillah

Sumber: www.channelnewsasia.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah