Study Tour Dilarang di Sekolah Jateng Mulai Berlaku Sejak 16 Mei, Ini Alasan dan Alternatifnya!

- 17 Mei 2024, 05:47 WIB
Surat edaran larangan kegiatan study tour.
Surat edaran larangan kegiatan study tour. /

RESPONSULTENG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mengeluarkan kebijakan terbaru yang melarang sekolah negeri di bawah naungannya untuk menggelar kegiatan study tour.

Kebijakan larangan menggelar kegiatan study tour oleh Disdikbud Jawa Tengah mulai diberlakukan pada 16 Mei 2024

Kebijakan larangan study tour ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari SD hingga SMA.

Baca Juga: Disdikbud Jateng dan Jakarta Larang Sekolah Gelar Study Tour: Ini Alasannya!

Alasan Larangan Study Tour:

  • Keamanan: Dinilai berisiko tinggi, terutama setelah kecelakaan maut rombongan study tour SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat, pada 11 Mei 2024.
  • Efektivitas: Dipertanyakan manfaatnya bagi pembelajaran, dianggap lebih banyak hura-hura daripada edukasi.
  • Biaya: Membebani orang tua siswa, dananya bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Alternatif Kegiatan Belajar:

  • Kegiatan kreatif dan inovatif di sekolah/lingkungan sekolah: Contohnya, pameran sains, festival budaya,berkebun, dan lain-lain.
  • Meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas: Guru didorong untuk menghadirkan metode belajar yang menarik dan efektif.
  • Memastikan keamanan dan kenyamanan siswa dalam setiap kegiatan sekolah.

Tanggapan:

Kebijakan ini disambut beragam. Ada yang mendukung karena alasan keamanan dan efektivitas, namun ada juga yang menyayangkan karena study tour dianggap bermanfaat untuk pembelajaran.

Penting untuk diketahui:

  • Larangan ini hanya berlaku untuk sekolah negeri di Jawa Tengah.
  • Sekolah di daerah lain masih bisa menggelar study tour dengan protokol ketat.

Editor: Syalzhabillah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah