Disdikbud Jateng dan Jakarta Larang Sekolah Gelar Study Tour: Ini Alasannya!

- 17 Mei 2024, 05:43 WIB
Pembatasan study tour di sekolah-sekolah Kota Tangerang sejak 2023 untuk meningkatkan keamanan siswa dan guru
Pembatasan study tour di sekolah-sekolah Kota Tangerang sejak 2023 untuk meningkatkan keamanan siswa dan guru /Pikiran Rakyat Tangerang Kota/Dok. Pemkot Tangerang

RESPONSULTENG - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah dan DKI Jakarta baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang melarang sekolah di bawah naungan mereka untuk menggelar study tour.

Kebijakan untuk melarang study tour ini diambil dengan berbagai pertimbangan yang panjang dari Disdikbud Jawa Tengan dan DKI Jakarta.

Berikut ini beberapa pertimbangan Disdikbud Jawa Tengan dan DKI Jakarta kenapa study tour dilarang, di antaranya:

Keamanan:

  • Kecelakaan maut yang menimpa rombongan study tour SMK Lingga Kencana di Subang, Jawa Barat, pada 11 Mei 2024, menjadi salah satu pemicu utama larangan ini. Kecelakaan ini menelan banyak korban jiwa dan luka-luka,dan dianggap sebagai pengingat akan risiko tinggi yang terkait dengan study tour.
  • Dikhawatirkan, study tour dapat menjadi ajang bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang tidak terarah dan membahayakan keselamatan mereka.

Efektivitas:

  • Efektivitas study tour dalam mencapai tujuan pembelajaran dipertanyakan. Banyak pihak beranggapan bahwa study tour lebih banyak digunakan sebagai ajang hura-hura dan tidak memberikan manfaat edukasi yang signifikan bagi siswa.
  • Di sisi lain, banyak alternatif kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dan aman dapat dilakukan di sekolah atau di sekitar lingkungan sekolah.

Biaya:

  • Study tour seringkali membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga memberatkan orang tua siswa.
  • Biaya tersebut bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih bermanfaat bagi proses belajar mengajar.

Sebagai gantinya, Disdikbud Jateng dan Jakarta menyarankan sekolah untuk:

  • Mengadakan kegiatan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif di sekolah atau di sekitar lingkungan sekolah.
  • Meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas sehingga siswa tidak perlu mencari ilmu di luar sekolah.
  • Memastikan keamanan dan kenyamanan siswa dalam setiap kegiatan sekolah.

Kebijakan ini tentunya disambut dengan berbagai respons dari pihak-pihak terkait. Ada yang mendukung karena alasan keamanan dan efektivitas, namun ada juga yang menyayangkan karena study tour dianggap sebagai sarana yang bermanfaat untuk pembelajaran siswa.

Penting untuk dicatat bahwa:

  • Kebijakan ini hanya berlaku untuk sekolah di bawah naungan Disdikbud Jateng dan Jakarta.
  • Sekolah di daerah lain masih bisa menggelar study tour dengan memperhatikan protokol keamanan dan edukasi yang ketat.

Editor: Syalzhabillah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah